Pengaduan nasabah adalah pemberitahuan yang dilakukan nasabah yang melakukan transaksi kontrak berjangka, kontrak derivatif syariah, dan/atau kontrak derivatif lainnya yang disampaikan nasabah kepada pialang berjangka dan bursa berjangka atas adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pialang berjangka sehingga merugikan nasabah secara materiil.

Dasar hukum pengaduan nasabah adalah Peraturan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 125/BAPPEBTI/PER/11/2015 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Nasabah (Bappebti No. 125/2015).

PROSEDUR PENGADUAN NASABAH

Setiap nasabah mempunyai hak yang sama, yaitu berhak melakukan pengaduan atas adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pialang berjangka. Berikut ini adalah prosedur tentang pengaduan nasabah:

  1. Penanganan pengaduan nasabah dilakukan secara berjenjang yaitu melalui pialang berjangka, bursa berjangka dan Bappebti.
  2. Petugas penerima pengaduan akan memberikan penjelasan kepada nasabah yang melakukan pengaduan mengenai prosedur pengaduan nasabah.
  3. Pengaduan nasabah dilakukan secara tertulis.
  4. Pengaduan nasabah dapat dilakukan oleh kuasanya atas adanya Surat Kuasa.
  5. Pengaduan disampaikan secara langsung ataupun melalui pos tercatat atau email khusus pengaduan nasabah milik pialang berjangka.
  6. Pengaduan harus dilengkapi dokumen-dokumen pendukung yang paling sedikit memuat:
    • Kronologis atau uraian pengaduan.
    • Fotokopi identitas nasabah.
    • Surat kuasa, apabila pengaduan dilakukan oleh kuasanya.
    • Fotokopi perjanjian amanat.
    • Fotokopi laporan harian transaksi.
    • Fotokopi bukti transfer dana.
  7. Setelah berkas pengaduan diterima oleh pialang berjangka, maka akan dilakukan pemanggilan kepada nasabah.
  8. Atas hasil pertemuan antara nasabah dan pialang berjangka akan disampaikan keputusan atas pengaduan yang dilakukan.


Hotline Khusus Pengaduan Nasabah : (021) 29633312

Email Pengaduan Nasabah : pengaduan@pg-b.com

Pembukaan Rekening

Disclaimer

Perdagangan komoditi berjangka adalah mekanisme transaksi dengan menggunakan margin sehingga memiliki tingkat resiko yang tinggi, dan mungkin hanya cocok bagi investor yang memiliki toleransi resiko yang tinggi.

Kinerja masa lalu bukan menjadi indikasi hasil di masa mendatang. Tingkat leverage yang tinggi dapat menjadi resiko di investasi anda. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam komoditi berjangka, Anda harus mempertimbangkan secara seksama tujuan investasi Anda, dilihat dari pengalaman investor, dan toleransi terhadap resiko.

Kemungkinan anda dapat kehilangan sebagian atau seluruh investasi awal Anda, sehingga Anda wajib menyadari semua risiko yang terkait dengan perdagangan komoditi berjangka, dan mencari informasi dan keterangan hal tersebut.