Perdagangan kontrak berjangka komoditi yang selanjutnya disebut perdagangan berjangka komoditi (PBK) atau commodity futures trading (CFT) adalah suatu perjanjian untuk membeli atau menjual suatu komoditi atau asset yang dijadikan sebagai subyek kontrak dengan spesifikasi yang jelas berkaitan dengan : jumlah, jenis, mutu tertentu untuk penyerahan atau penyelesaian pada waktu tertentu di kemudian hari dengan harga yang telah disepakati di suatu bursa berjangka.

Pada dasarnya perdagangan berjangka tersebut dapat memberikan beberapa manfaat bagi perekonomian, di antaranya 3 manfaatnya yang paling penting, yaitu :

Sebagai sarana pengalihan risiko (transferof risk) melalui kegiatan lindung nilai (hedging), dalam hal ini maka pasar berjangka bermanfaat bagi produsen, eksportir atau pedagang sebagai alat untuk melindungi dirinya dari risiko fluktuasi harga.

Sebagai tempat pembentukan harga yang transparan (price discovery) sehingga dapat dijadikan sebagai harga referensi yang terpercaya. Dalam hal ini maka pasar berjangka bermanfaat bagi petani produsen dan pihak-pihak yang memerlukan harga sebagai referensi untuk kepentingan usahanya

Sebagai alternatif investasi (investment enhancement). Dalam hal ini, kehadiran pasar berjangka dapat dimanfaatkan oleh mereka yang berani mengambil risiko yang mengharapkan keuntungan dari perubahan harga.

Untuk penyelenggaraan PBK di Indonesia, telah diterbitkan Undang-Undang No. 32 tahun 1997 tentang PBK yang dilengkapi dengan peraturan pelaksanaannya, antara lain berupa :

Peraturan Pemerintah (PP) No. 9 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan PBK

PP No. 10 tahun 1999 tentang Tata Cara Pemeriksaan di bidang PBK

Paket peraturan Bappebti baik berupa Surat Keputusan maupun Surat Edaran Kepala Bappebti.

Pihak yang terlibat antara lain :

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) sebagai pihak regulator, suatu lembaga dengan tugas utama melakukan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan kegiatan pelaksanaan PBK agar berjalan tertib, aman, efektif, dan efisien, serta terjaminnya perlindungan nasabah/masyarakat.

Bursa Komoditi Derivatives Indonesia (BKDI) sebagai bursa berjangka adalah suatu badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk kegiatan jual beli Komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka dan Opsi atas Kontrak Berjangka

PT. ISI sebagai lembaga kliring berjangka adalah suatu badan usaha yang bertanggung jawab terhadap penyelesaian dan penjaminan pelaksanaan perdagangan berjangka komoditi.

Pialang Berjangka adalah suatu perusahaan yang menerima dan melaksanakan amanat (order) dari nasabah untuk melakukan penjualan atau pembelian di Bursa Berjangka, dan untuk itu pialang berjangka berhak mendapatkan fee atas jasa yang diberikannya kepada Nasabah.

Pedagang Berjangka adalah perseorangan atau perusahaan yang melakukan transaksi perdagangan berjangka hanya untuk kepentingan sendiri atau kelompok perusahaannya.

Terdapat perbedaan antara pasar berjangka dan pasa modal, diantaranya :

Pasar berjangka adalah pasar primer, karena harga ditentukan oleh komoditi atau asset yang kontraknya diperjual-belikan di bursa, sedangkan dalam pasar modal/saham adalah pasar sekunder, karena harganya terutama bergantung pada kinerja perusahaan (go public) yang sahamnya diperjual-belikan.

Perbedaan lain, dapat dilihat dari tujuannya, pasar modal diselenggarakan dengan tujuan mobilisasi dana suatu perusahaan dengan menjual saham perusahaan, sedangkan pasar berjangka diselenggarakan dengan tujuan untuk pengalihan risiko dari fluktuasi harga sehingga perusahaan dapat menyusun perencanaan jangka panjang.

Perbedaan lain, dapat dilihat dari tujuannya, pasar modal diselenggarakan dengan tujuan mobilisasi dana suatu perusahaan dengan menjual saham perusahaan, sedangkan pasar berjangka diselenggarakan dengan tujuan untuk pengalihan risiko dari fluktuasi harga sehingga perusahaan dapat menyusun perencanaan jangka panjang.

Jelas sangat berbeda dari kedua kegiatan tersebut. Dalam pasar berjangka, risiko yang dihadapi dunia usaha adalah risiko yang melekat (inherent) yang perlu dikelola, sementara risiko dalam kegiatan judi adalah yang diciptakan sendiri. Proses keputusan untuk mengambil posisi semata-mata karena feeling atau untung-untungan, sementara dalam pasar berjangka diperlukan suatu kemampuan analisis fundamental dan atau technical berbagai dari informasi/data, dan yang terpenting, kegiatan perdagangan berjangka memberikan manfaat yang sangat besar sebagai sarana lindung nilai, pembentukan harga, alternatif investasi sekaligus lapangan kerja terutama para professional dan tenaga pendukung lainnya, sementara kegiatan judi, di samping dilarang agama, terbukti banyak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Anda tertarik berinvestasi dalam perdagangan berjangka, beberapa hal yang perlu Anda ketahui, antara lain :

Anda harus belajar atau mencari tahu tentang PBK sehingga Anda memiliki pengetahunan yang cukup tentang perdagangan berjangka

Perdagangan Berjangka adalah kegiatan bisnis yang kompleks dan berisiko tinggi, dan oleh karena itu tidak cocok untuk semua orang. Oleh karena itu, Anda harus tahu betul adalah seseorang yang memenuhi persyaratan (dinilai layak) sebagai Nasabah.

Apabila Anda layak sebagai Nasabah, Anda harus berhubungan dengan suatu perusahaan Pialang Berjangka yang resmi yang telah mendapatkan izin dari Bappebti dan berhubungan dengan orang-orang yang kompeten dan memperoleh izin dari Bappebti, dengan demikian diharapkan Anda mendapatkan penjelasan yang lengkap dan benar tentang PBK tersebut;

Kontrak yang ditransaksikan adalah kontrak yang underlying commodity/assetsnya ditetapkan oleh Keppres, sedangkan untuk penyaluran amanat ke bursa luar negeri, daftar Bursa dan Kontraknya yang dapat dimanfaatkan ditetapkan oleh Bappebti.

PT PG Berjangka adalah perusahaan pialang berjangka yang memiliki ijin usaha resmi yang dikeluarkan oleh Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) dan juga merupakan salah satu anggota Bursa Komoditi Derivatives Indonesia (BKDI) serta anggota kliring PT. ISI.

PT. PG Berjangka menjamin keamanan dana nasabah dengan cara menyimpan dana nasabah dalam account terpisah atau segregated account pada bank yang telah ditentukan oleh Bappebti.

Perbedaannya terdapat pada mekanisme transaksi, dimana

Multilateral adalah transaksi antara nasabah posisi beli dengan nasabah posisi jual maupun sebaliknya. Transaksi ini dalam bursa

Bilateral adalah transaksi antara nasabah (posisi beli atau jual) dengan pihak pedagang berjangka, jika nasabah beli maka pedagang berjangka posisi jual. Transaksi ini diluar bursa (over the counter)

Tentu dapat ditarik, nasabah dapat menarik dananya sewaktu-waktu. Para nasabah hanya perlu mengisi dan mengajukan formulir penarikan (withdrawal) kemudian dana nasabah akan kami transfer T+1.

PT. PG Berjangka hanya trading produk komoditi berjangka secara multilateral dengan fokus saat ini pada komoditas emas fisik